Surga Indonesia Timur – Pulau Kanawa

Tanggal 31 Okt – 2 Nov 2016 kemarin, saya mendapatkan undangan untuk menghadiri JPP (Joint Planning Program) meeting yang diadakan di Labuan Bajo, Flores . Singkat cerita, saya beserta rombongan berangkat pukul 4 pagi wib dengan menggunakan maskapai lion air dan transit di Bali terlebih dulu lalu di lanjutkan dengan maskapai wings air untuk bertolak ke Labuan Bajo. Sekitar pukul 10 wita, kami tiba di bandar udara Komodo. kesan saya pertama kali menginjak tanah flores adalah panas yang sangat terik. Cuaca di flores jauh berbeda dengan di jawa karena sepanjang perjalanan menuju hotel yang terlihat adalah tanah gersang yang menyebabkan warga setempat kesusahan untuk bercocok tanam.

hari pertama kami menginap di hotel Jayakarta yang merupakan salah satu hotel bintang 4 di daerah sana. Seharian penuh agenda kami adalah rapat konsolidasi, sehingga belum ada eksplorasi di hari pertama. Akan tetapi, view dari hotel cukup bisa mengobati rasa penasaran kami dengan keindahan Labuan Bajo.

Pulau Kanawa

Di hari ke 2, kami di ajak menyeberang ke Pulau Kanawa untuk snorkeling. Perjalanan dari satu pulau ke pulau-pulau terpencil di Labuan Bajo perlu menggunakan kapal wisata. Sebagian besar penduduk di sini bermata pencaharian sebagai pemandu wisata atau nelayan. Pertumbuhan ekonomi disini tertolong berkat banyaknya investor-investor dari luar negeri yang memajukan pariwisata disini. Agak miris sebenarnya karena yang lebih perhatian malah bukan dari negeri sendiri :).

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Kapal yang di sewa oleh rombongan kami

Fasilitas yang terdapat di dalam kapal terbilang lengkap. ada sekitar 10 kasur dengan dilengkapi AC, ada meja tengah untuk santai dan makan, kamar mandi ada 2 lengkap dengan toilet, dan juga dapur. Listrik sudah pasti ada untuk recharge smartphone :D.

Perjalanan dari labuan bajo sampai ke pulau kanawa di tempuh dalam waktu sekitar 2,5 jam. Sepanjang perjalanan saya terkesima dengan betapa eloknya keindahan laut di kawasan labuan bajo ini. Sepanjang mata melihat terhampar lautan biru nan indah di selingi pulau-pulau kecil yang menggoda kami untuk narsis berfoto-foto 😀

Sekitar pukul 10.30 kami sampai di Pulau Kanawa. Pulau Kanawa sendiri merupakan private island yang disewa oleh orang Italia. Hanya di beberapa titik pantai yang diperbolehkan untuk umum, sisanya untuk naik ke bukitnya tidak di perbolehkan. Kesan pertama sampai disini adalah pantai putih bersih, airnya jernih hijau dengan banyak terumbu karang, masih sepi dan asik tempatnya untuk escape  dari kebisingan Jakarta 🙂

Puas foto-foto saya lanjutkan snorkeling saat matahari berada di atas kepala. Kebayang betapa panasnya. Tapi itu semua terbayar karena snorkeling di pulau kanawa airnya jernih sekali dan ikannya banyak bervariasi terlihat jelas. Ikannya juga tidak takut dengan manusia jadi seperti  bisa untuk memegang ikannya. Sayang sekali saya lupa tidak membaca yi-cam saya sehingga tidak ada foto sewaktu snorkeling.

Puas snorkeling, sekitar jam 10.30 kami melanjutkan ke destinasi selanjutnya yaitu pulau Komodo untuk melihat sang dinosaurus purba yang masih bertahan sampai sekarang, si “Komo”-do 😀

Day 3 : Kiyomizudera Temple

Tujuan saya selanjutnya setelah puas mengunjungi Fushimi Inari Temple adalah Kiyomizudera Temple yang merupakan kuil Budha yang terletak di Kyoto bagian timur. Jarak tempuh melalui jalur subway sekitar 7 menit dari stasiun Fushimi Inari ke stasiun Kiyomizu Gojo.

Dari stasiun Gojo saya jalan kaki sekitar 30 menit untuk mencapai gerbang ke kuil Kiyomizudera. Sepanjang perjalanan menyusuri jalanan gang kecil, saya dimanjakan dengan pemandangan yang dipenuhi dengan pohon-pohon hijau yang mulai bersemi dan juga dikagetkan dengan banyaknya batu nisan/tempat persemayaman di sekitar situ.

Sekitar pukul 11:47 saya akhirnya tiba juga di depan gerbang kuil Kiyomizudera dan sudah ramai sekali pengunjung yang berdatangan. Banyak remaja-remaja yang mengenakan kimono atau yukata *susah untuk membedakannya 😀 . Tiket untuk masuk kuil utamanya 300 yen.

Di sekitar kuil utama terdapat kuil lain yang bernama Jishu Shrine. Di kuil tersebut terdapat mitos mengenai “love stones“. Mitosnya bagi siapapun yang bisa melewati 2 love stones tersebut dengan ditutup matanya, maka dia akan menemukan cinta sejatinya. Mirip seperti mitos di alun-alun selatan Jogjakarta :).

Sekitar pukul 12.30 saya memutuskan untuk turun menuju destinasi selanjutnya yaitu district Gion untuk melihat Geisha. Dari kuil utama sampai gerbang keluar ditempuh sekitar 30 menit. Selama perjalanan itulah bisa ngelihat keindahan kuil Kiyomizudera yang sering terlihat di google :D.

Day 3 : Menjelajah Kota Tua Kyoto (Fushimi Inari Shrine)

Hari ke-2 di Jepang, saya lanjutkan dengan menjelajahi kota yang terkenal dengan berbagai macam keindahan dan kemegahan kuil-kuilnya, yaitu Kyoto. Kyoto dahulunya merupakan ibukota negara Jepang pada tahun 794 – 1868 sebelum pindah ke Tokyo. Kyoto terletak di tengah pulau Honshu.

nihonlettou
Letak Kyoto

Kamis 30 April 2015 06.00, pagi itu di kasur hostel saya merasakan badan saya pegal-pegal semua gak karuan efek dari mengelilingi sebagian besar kawasan Osaka dengan jalan kaki. Kalau di total mungkin ada sekitar 10km saya jalan kaki. Untungnya saya bawa minyak urut dari Indonesia untuk antisipasi hal-hal seperti ini :D. Selesai mandi, packing keperluan untuk menjelajahi Kyoto, lalu sarapan  sebentar di dapur umum hostel dan ternyata sudah ramai sekali dengan traveler dari negara lain. Saya pun hanya minum secangkir teh hijau hangat untuk menghemat waktu. Target saya hari 1 di Kyoto adalah Fushimi Inari Shrine, Kiyomizudera Temple, Gion Disctrict, Philosoper Path, Ginkakuji Temple dan Kyoto Tower. Yup list yang cukup panjang untuk di kunjungi dalam waktu satu hari 😀

DSC_2192
Secangkir kopi hijau yang menemani pagi hari di Kyoto

Continue reading Day 3 : Menjelajah Kota Tua Kyoto (Fushimi Inari Shrine)

Day 2 : Menjelajahi Osaka (Shitennoji Temple, Osaka Castle, Umeda Sky Building)

Shitennoji Temple

Shitennoji Temple merupakan kuil Budha pertama dan tertua di Jepang. Dari Horikoshi Shrine bisa di tempuh jalan kaki +- 5 menit. Biaya masuk nya adalah 300 yen. Saya menghabiskan waktu sekitar 1 jam disini karena badan sudah terasa pegal-pegal sekali terlebih masih membawa tas carier lengkap saat dari bandara tadi. Kesan saya ketika memasuki temple ini bahwa hawa religiusnya kuat sekali disini. Tidak salah memang shitennoji temple kuil budha pertama di Jepang.

Continue reading Day 2 : Menjelajahi Osaka (Shitennoji Temple, Osaka Castle, Umeda Sky Building)

Day 2 : Menjelajahi Osaka (Nipponbashi, Tennoji Zoo)

Nipponbashi Den Den Town

Sekitar jam 12 saya melanjutkan ke destinasi lainnya yaitu Nipponbashi Den Den Town yang merupakan surga-nya Otaku di Osaka. Nipponbashi Den Den Town seperti kloning dari Akihabara di Tokyo. Sayangnya pas saya sampai disana masih sepi dan tidak ada cosplayer yang saya impi2kan :(. Dari Dotonbori ke Nipponbashi bisa di tempuh dengan jalan kaki sekitar 10 menit karena jaraknya yang relatif dekat +- 1 km. Saya pun hanya numpang lewat saja saat kesini karena sepi.

Continue reading Day 2 : Menjelajahi Osaka (Nipponbashi, Tennoji Zoo)

Day 2 : Menjelajahi Osaka (Namba Park, Shinshaibashi, Dotonbori)

Osaka merupakan kota yang terletak di wilayah Kansai Jepang dan merupakan ibu kota Prefektur Osaka dengan jumlah penduduk terbesar nomor tiga di Jepang setelah Tokyo dan Yokohama. Osaka terletak di pulau Honshu, di mulut Sungai Yodo di Teluk Osaka. (Wikipedia)

Processed with VSCO with kk1 preset
Osaka Castle

Saya tiba di bandara Kansai International Airport pukul 8 am. Dalam hati saya merasa senang akhirnya petualangan saya berkeliling Jepang dimulai saat itu juga, tetapi muncul juga rasa takut dan bingung karena tidak ada yang saya kenal sama sekali. Setelah diam sebentar mengamati suasana sekitar, saya membaca ada petunjuk ke bagian imigrasi yaitu harus naik monorel di track 2. Kurang dari 5 menit saya sudah sampai di bagian imigrasi dan ternyata antriannya sudah panjang sekali. Ternyata akhir april banyak juga wisman yang berkunjung ke Jepang terlebih yang dari Indonesia banyak sekali walaupun sakura blossom nya sudah habis.

Continue reading Day 2 : Menjelajahi Osaka (Namba Park, Shinshaibashi, Dotonbori)

Day 3 : Bye-Bye Pulau Sangiang ( Itinerary 3D2N)

Hari ke 3 kami isi dengan acara bebas dan santai-santai saja. Pagi hari menikmati suasana pantai, baca buku, foto-foto, menikmati angin yang berhembus menusuk kulit, bermain pasir putih, mencari karang, berteduh di tenda, pokoknya segala sesuatu yang menyegarkan pikiran yang tidak bisa kami dapatkan di penatnya ibukota Jakarta.

Continue reading Day 3 : Bye-Bye Pulau Sangiang ( Itinerary 3D2N)

Day 2 : Snorkling Tanjung Bajo & Lagon Waru

Niat awal di hari ke 2 kami berencana untuk melihat sunrise di bukit arjuna. Tapi apa daya niat hanyalah sekedar niat XD. Karena saking capeknya badan, kami baru bangun jam 8 nan. Oh ya karena ada temen yang bawa tenda, jadi kami mendirikan tenda juga di pinggir pantai. Saran kalau misalkan berencana ke pulau sangiang tapi kehabisan penginapan, bisa mendirikan tenda di pinggir pantai.

20160208_082446-01
Bersantai di pinggir pantai

Continue reading Day 2 : Snorkling Tanjung Bajo & Lagon Waru

Day 1 : Pesona Pantai Pasir Panjang

Rawa Bakau & Dermaga Kampung

Perjalanan menyeberang ke P. Sangiang selama 1 jam tidak terasa karena keindahan pesona laut anyer yang mempesona. Walaupun ombak nya besar, tapi kami tetap merasa antusias dengan pesona apa yang akan di tawarkan oleh Sangiang, ya walaupun ada 1 orang teman yang tidak kuat dengan ombak laut dan mual-mual juga akhirnya :D. Kapal mulai mendekati pulau sangiang, dan dari situ kami sudah terkagum oleh hutan rawa bakau yang terdapat di kanan kiri hilir sungai menuju ke dermaga kampung.

Continue reading Day 1 : Pesona Pantai Pasir Panjang

3D2N Sangiang Island

Letak Geografis

Pulau Sangiang merupakan pulau kecil yang terletak di antara Banten dan Lampung. Untuk bisa ke pulau tersebut di perlukan waktu tempuh +-60 menit dengan menggunakan perahu motor kecil dari pelabuhan Paku Anyer. Apabila berangkat dari jakarta bisa ditempuh dengan menggunakan mobil sampai pelabuhan Paku Anyer +-2.5 jam jika lancar.

Perjalanan Jakarta – Pelabuhan Paku Anyer – Pulau Sangiang

Rombongan kami sebanyak 7 orang berangkat dari Jakarta sabtu dini hari sekitar pukul 00.30 menggunakan mobil. Perjalanan relatif lancar tidak kena macet panjang yang biasanya menjadi sebuah rutinitas pasti apabila terdapat libur panjang (terdapat libur tahun baru china pada hari seninnya 8 Feb 2016). Perjalanan ditempuh +- 2.5 jam dan sekitar pukul 02.30 kami sudah tiba di Pelabuhan Paku Anyer. Karena kapal penyeberangan untuk ke Pulau Sangiangnya baru jalan paling cepat pukul 07.00, sehingga kami memutuskan untuk tidur dulu. Di pelabuhan tersebut ada juga yang membuka warung kopi, jadi seandainya ada yang kelaparan bisa memesan mie rebus di warung tersebut.

Continue reading 3D2N Sangiang Island