Day 2 : Menjelajahi Osaka (Namba Park, Shinshaibashi, Dotonbori)

Osaka merupakan kota yang terletak di wilayah Kansai Jepang dan merupakan ibu kota Prefektur Osaka dengan jumlah penduduk terbesar nomor tiga di Jepang setelah Tokyo dan Yokohama. Osaka terletak di pulau Honshu, di mulut Sungai Yodo di Teluk Osaka. (Wikipedia)

Processed with VSCO with kk1 preset
Osaka Castle

Saya tiba di bandara Kansai International Airport pukul 8 am. Dalam hati saya merasa senang akhirnya petualangan saya berkeliling Jepang dimulai saat itu juga, tetapi muncul juga rasa takut dan bingung karena tidak ada yang saya kenal sama sekali. Setelah diam sebentar mengamati suasana sekitar, saya membaca ada petunjuk ke bagian imigrasi yaitu harus naik monorel di track 2. Kurang dari 5 menit saya sudah sampai di bagian imigrasi dan ternyata antriannya sudah panjang sekali. Ternyata akhir april banyak juga wisman yang berkunjung ke Jepang terlebih yang dari Indonesia banyak sekali walaupun sakura blossom nya sudah habis.

Saat sedang mengantri dan mengisi form clearance, saya berkenalan dengan rombongan sekitar 6 orang dari Indonesia seumuran saya. Saya kenalan satu per satu walaupun akhirnya gak ingat satupun nama mereka *gomenasai :D. Kami bertukar nomor HP agar bisa berhubungan kalau ada apa-apa. Mereka orang yang sangat baik bahkan menawari saya untuk ketemuan saat di Kyoto. Mereka berencana untuk  langsung ke Kyoto dan menginap di daerah Gion karena sudah pernah ke Osaka, lalu lanjut ke Tokyo dan pulang ke Indonesia dari Bandara Internasional Narita di Tokyo. Sayangnya saya ingin mengunjungi Osaka terlebih dahulu jadi kita berpisah di bagian imigrasi.

Setelah lolos bagian imigrasi, saya sampai di  main hall Kansai I.A. Kesan pertama adalah bandara kansai sangat bersih dan bagus, teratur. Awalnya saya bingung what i must to do, lalu teringat untuk beli Kansai Thru Pass. Kansai Thru Pass (untuk mempermudah saya sebut K.T.P) merupakan tiket pass yang memungkinkan kita untuk naik subway, private railway dan bus di seluruh distrik Kansai (selain kereta JR). Serta memungkinkan kita untuk tur Osaka, Kobe dan Kyoto, serta mengunjungi Nara, Wakayama dan Koyasan. Ada 2 jenis yaitu 2 days pass and 3 days pass. K.T.P dapat digunakan secara nonconsecutive artinya bisa dipakai tanpa harus berurutan hari, jadi bisa selasa, rabu, jumat. Untuk Kansai International Airport, kita bisa membeli di Kansai Tourism Information Centre.

Saya sempat berputar-putar untuk mencari Kansai Tourism Information Centre ini dan ternyata letaknya tidak jauh dari bagian imigrasi. Apabila keluar dari bagian imigrasi bisa langsung belok kanan nanti sudah terlihat. Petugas tourismnya sangat baik sekali, dikasih tau secara detail cara memakai K.T.P dan map nya. Saya pun membeli yang 3 days pass seharga 5200 yen (+- IDR 500.000,-) karena rencananya di osaka dan kyoto selama 3 hari.

Beres urusan K.T.P lalu saya ke lantai 2 ke stasiun kereta Kansai Airport. Awal bingung cara gunain K.T.P bagaimana, lalu tanya ke petugas sekitar ternyata tinggal di masukin saja. Sampai dibawah pun bingung platform mana yang mesti diambil buat ke Shinsaibashi Station. Untungnya ada petugas yang bisa bahasa inggris dan memberitahu untuk menunggu di platform 1 dan ambil kereta expresnya yang lebih cepat sekitar pukul 10.15 am. Dan saya kagum ternyata jepang benar-benar tepat waktu. Pukul 10.15 am kereta datang. Akhirnya saya menuju destinasi pertama saya di Osaka yaitu Shinshaibashi. Rutenya bisa dilihat seperti berikut :

(kansai airport station –>Nankai Airport Line toward nanba –>nankai main line towar nanba> Nanba station –> walk nanba station (midosuji line toward senrichuo) –>shinsaibashi station).

Namba Park

Sekitar 1 jam perjalanan, saya tiba di stasiun nankai-namba. Untuk bisa ke shinshaibashi saya harus transit jalan kaki ke stasiun namba sekitar 5 menit. Selama jalan kaki, saya sempatkan sebentar untuk melihat-lihat bagian luar Namba Park. Namba Park sebenarnya bukan taman, melainkan mega shopping mall yang menjadi pusat perbelanjaan dan office di kawasan Osaka. Tidak di sarankan bagi para backpacker traveler untuk berbelanja disini 😀

Selesai melihat-lihat sebentar saya melanjutkan jalan ke namba station. Pada awalnya saat masuk stasiun, bagi yang tidak terbiasa dengan subway pasti akan bingung seperti saya karena begitu banyaknya orang berlalu-lalang di stasiun. Tetapi setelah sekali-dua kali menaiki subway, nantinya akan terbiasa dan sudah mengerti jalur mana yang akan di ambil dan saya sangat terbantu sekali dengan gmaps karena ada panduan lengkap jalur dan platform yang harus diambil. Dari namba station ke shinshaibashi station ternyata hanya berhenti 1 kali saja.

 

Shinshaibashi Shopping Center

Tiba di shinshaibashi station, saya kembali buka gmaps sebagai petunjuk ke shopping center nya. Ternyata sekitar stasiun itu sudah kawasan shopping. Shinshaibashi sendiri merupakan pusat shopping terbesar di osaka dengan harga yang relatif lebih murah dibandingkan namba. Kalau di Indonesia seperti pasar baru di Bandung.

Saya sendiri melupakan hasrat untuk belanja karena baru hari pertama sampai Jepang, kalau langsung belanja bisa gawat keuangan seminggu ke depan :D. Selesai melihat-lihat saya melanjutkan ke Dotonbori.

Dotonbori

Dari Shinshaibasi ke Dotonbori bisa jalan kaki karena satu arah dan satu kawasan. Keluar di ujung jalan Shinshaibashi, saya bisa langsung melihat kawasan Dotonbori. Dotonbori merupakan pusat kawasan kuliner dengan banyak resto dan jajanan yang unik. Landmark yang terkenal disini adalah Glico Man dan Kani Doraku Crab. Disini juga terdapat kanal seperti di venice yaitu Dotonbori canal. Disediakan perahu sedang untuk mengelilingi kanal tersebut. Sayangnya karena menghemat waktu, saya tidak sempat untuk mencoba menaiki perahunya. Terdapat 2 jembatan yang terkenal yaitu Dotonbori bridge dan Ebisu Bridge.

Melihat begitu banyaknya kulineran di situ, saya tergoda untuk mencicipinya apalagi saya belum sarapan dari pagi. Tapi karena takut kehalalannya saya pun urung untuk membeli dan lebih memilih mencari onigiri (nasi putih) dan ayam goreng di minimarket lawson sesuai dengan rekomendari di blog-blog yang saya baca. Petugas disini bingung ketika saya bilang no pork karena mayoritas tidak bisa bahasa inggris, sehingga saya hanya bisa berdoa kalo minyak untuk menggoreng ayam nya tidak menggunakan minyak babi. Harga 1 onigiri sekitar 100 yen, ayam 70 yen dan air putih juga 100 yen. Kalau di konversikan IDR maka harga 1 nasi putih dan air putih bisa lebih dari IDR 20.000,- .Mungkin terlihat mahal, tapi harga segitu yang paling murah di Jepang :|.


2 thoughts on “Day 2 : Menjelajahi Osaka (Namba Park, Shinshaibashi, Dotonbori)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s