7 Hari Solo Traveling Keliling Jepang (Osaka, Kyoto, Tokyo)

JEPANG!!! yap..jepang yang merupakan salah satu negara yang sangat maju di Asia bahkan di dunia, yang terkenal dengan kemajuan teknologi, keindahan alam dan keragaman budayanya yang masih terjaga sampai saat ini. Apa yang terlintas di benak ketika mendengar kata jepang? Jika hal itu ditanyakan kepada saya, maka akan saya jawab : Anime, Dorama, Manga/Komik. Yaa, saya adalah orang yang sangat menggemari anime, dorama apalagi manga jepang ( tapi belum Otaku akut XD ). Saya mulai tertarik dengan Jepang setelah beberapa tahun dari jaman SD nonton anime nya di TV seperti Pokemon, Digimon, Tamiya, Doraemon, dan masih banyak lagi. Lalu setelah nya mulai membaca komik seperti Detective Conan, One Piece, Naruto, etc. Dan pada saat kuliah di racunin dorama One Littre of Tears yang sukses membuat saya menangis dan kecanduan dorama. Saat sejak itu saya bertekad bahwa suatu saat nanti harus bisa berkunjung langsung ke Negeri Sakura tersebut. Dan alhamdulilah, di tahun 2015 ini akhirnya keinginan tersebut bisa terwujud dan yang lebih ekstrim nya lagi, kesananya sendirian atau tanpa travel agent alias “backpacker solo traveling” tanpa punya kenalan satupun di jepang sana dan tanpa bisa berbahasa jepang karena walaupun saya suka dengan hal2 berbau jepang, tapi ketika mencoba untuk belajar bahasa jepangnya ternyata sangat sulit XD.

DSC_3347
salah satu contoh Ema ( Wooden Wishing Plaques) yang ditulis oleh salah satu pengunjung Temple di Japan

Hunting Tiket Promo Pesawat

Hal yang paling penting ketika ingin traveling ke luar negeri dengan biaya yang minimum adalah hunting2 tiket promo. Salah satu hal gampang yang bisa dilakukan agar tidak ketinggalan promo2 tiket adalah dengan subscribe email maskapai2 yang diinginkan. Sekitar bulan Agustus 2014 ada promo besar-besaran dari salah satu maskapai penerbangan yang lagi naik daun di kawasan asia tenggara karena terkenal dengan LCC nya, yaitu Air Asia. Saat itu penerbangan yang langsung saya incar adalah rute Jakarta – Jepang. Awalnya saya mencari tiket terusan (fly through) Jakarta – Tokyo Haneda via KL atau Jakarta – Tokyo Narita via KL akan tetapi ternyata PP masih di kisaran Rp 4jutaan juga sehingga akhirnya memutuskan untuk memilih rute Jakarta – Nagoya via KL. Saya beli tiket berangkat nya saja waktu itu senilai IDR 1.2juta karena mau beli sekalian tiket pulang saat itu masih seharga IDR 2jutaan. Pikirnya nanti akan ada promo2 lagi, tetapi karena pengen urusan tiket segera beres akhirnya malamnya beli tiket pulang dari Nagoya – Jakarta seharga IDR 3jutaan include tax & bagasi 20kg ( yang notabene naik sekitar IDR 1jutaan dari harga siang -_-‘ ). Tips buat yang ingin mencari tiket2 promo sebaiknya langsung beli tiket PP atau dari KL- kota tujuan baru dari indo nya nanti beli belakangan nunggu ada promo lain atau menunggu dg sabar promo lain, jangan seperti saya yang gak sabaran jadinya kena mahal pas pulang. Btw tiket promo biasanya untuk keberangkatan tahun depannya dan keberangkatan saya kebetulan saat itu saat sudah low season sekitar akhir April sampai awal Mei saat bunga sakura baru saja berakhir :’D

booking tiket
Tiket promo yang saya dapatkan

Merencanakan Itin

Rentang waktu dari beli tiket sampai nyusun itin lumayan lama. Saya baru mulai nyusun itinerary sekitar bulan Januari karena…….Males!! XD Awalnya bingung mau mulai darimana apalagi solo traveling semua2nya harus dipikir sendirian. Mulai muncul rasa takut bagaimana pas di jepang nantinya, kalau nyasar gimana, ngobrol dengan warga lokalnya bagaimana karena sebagian besar warga jepang tidak bisa bahasa inggris. Tips apabila mengalami hal seperti itu adalah dengan banyak membaca2 blog pengalaman orang2 yang traveling, percayalah hal itu akan menambah keberanian kita dan niat untuk memulai bikin itinerary. Blog favorit saya adalah blog nya Mba vicky ( http://jejakvicky.com ) rinciannya blog nya sangat jelas dan teratur sehingga memudahkan saya menyusun itinerary. Dalam menyusun itinerary saya harus memperhitungkan tempat2 yang bisa dilalui dan rute transport yang seefektif mungkin. Dan juga mencari tempat penginapan/hostel yang dekat dengan transportasi umum. Singkatnya, setelah browsing sana-sini berikut summary itinerary saya :

 

Selain browsing2, saya juga mendapatkan informasi dari buku super karya Claudia Kaunang berjudul ” Rp 2jutaan keliling Jepang” yang sangat mendetailkan detail perjalanan selama di Jepang mulai dari tempat2 yang recommended dikunjungi sampai detail pengeluaran2nya.

DSC_1692

Berikut website-website yang berguna untuk penyusunan itinerary dan mengurus akomodasi serta tansportasi selama di Jepang :

  1. Blog jalan2 Mba Vicky ( http://jejakvicky.com/ ) blog super keren dari Mba Vicky yang berisi pengalaman dia selama traveling. Detail, teratur dan terperinci.
  2. Japan Guide ( http://www.japan-guide.com/ ) website lengkap semua tempat-tempat wisata di Jepang
  3. Jalan2.com ( http://jalan2.com ) forum lengkap jalan2 berbahasa indonesia
  4. tripadvisor ( http://www.tripadvisor.com/ ) website wajib bagi para traveler untuk mengetahui review dari traveler seluruh dunia
  5. Google Maps ( https://maps.google.com/ ) atau aplikasi G-Maps di android. Entah apa jadinya kalau gak ada Gmaps, aplikasi yang sangat menolong untuk bepergian kemana2 di Jepang, sudah sangat lengkap transportasi yang dipakai dan cost nya.
  6. Hyperdia ( http://www.hyperdia.com/en/ ) untuk menentukan waktu dan biaya perjalanan selama di Jepang dengan menggunakan kereta
  7. Willer Bus ( http://willerexpress.com/en/ ) salah satu alternate jika ingin bepergian ke Jepang dengan bus. Ada paket promo tentunya untuk keliling beberapa kota.
  8. Tokyo Metro ( http://www.tokyometro.jp/en/ ) apabila ingin berkeliling selama di Tokyo menggunakan subway. Terdapat beberapa paket Daily Pass.
  9. Booking.com ( http://www.booking.com/ ) situs booking penginapan favorit saya karena kemudahannya dalam booking dan belum kena charge sebelum hari H.

Visa

Setelah semua itinerary selesai dari list tempat, transport, penginapan, dll baru mulai mengajukan visa. Saya mengajukan visa sekitar 1 bulan sebelum keberangkatan yaitu akhir Maret. Untuk pengurusan visa ke Kedubes Jepang di Jakarta sendiri tidaklah terlalu susah. Sebagian besar pertanyaan teman2 saya yaitu berapa dana ditabungan yang harus di siapin. Sebenernya dari Kedubes Jepang sendiri tidak ada ketentuan batas minimal, yang penting tabungannya mencukupi biaya hidup selama disana. Misal, anggap saja untuk 1 hari biaya hidup di Tokyo sekitar IDR 1juta, maka 7 hari disana minimal tabungan adalah 7*1.000.000 = IDR 7juta. Perlu diingat itu hanya gambaran kasarnya, boleh kurang dari itu juga gak papa, tp disarankan minimal segitu 🙂 . Untuk administrasi sendiri, berikut syarat-syarat yang perlu di lengkapi apabila kepentingannya wisata dengan biaya sendiri :

  1. Paspor.
  2. Formulir permohonan visa.
  3. Pasfoto terbaru (ukuran 4,5 X 4,5 cm, diambil 6 bulan terakhir dan tanpa latar, bukan hasil editing, dan jelas/tidak buram)
  4. Foto kopi KTP (Surat Keterangan Domisili)
  5. Fotokopi Kartu Mahasiswa atau Surat Keterangan Belajar (hanya bila masih mahasiswa)
  6. Bukti pemesanan tiket (dokumen yang dapat membuktikan tanggal masuk-keluar Jepang)
  7. Jadwal Perjalanan (semua kegiatan sejak masuk hingga keluar Jepang)
  8. Fotokopi dokumen yang bisa menunjukkan hubungan dengan pemohon, seperti kartu keluarga, akta lahir, dlsb. (Bila pemohon lebih dari satu)
  9. Dokumen yang berkenaan dengan biaya perjalanan:
    Bila pihak Pemohon yang bertanggung jawab atas biaya
    * Fotokopi bukti keuangan, seperti rekening Koran atau buku tabungan 3 bulan terakhir (bila penanggung jawab biaya bukan pemohon seperti ayah/ibu, maka harus melampirkan dokumen yang dapat membuktikan hubungan dengan penanggung jawab biaya).
  10. surat keterangan karyawan (tambahan dari saya sendiri pengalaman saat apply visa ke Korea dulu agar lebih meyakinkan

sumber : http://www.id.emb-japan.go.jp/visa_7.html

Biaya pembuatan visa Jepang kemarin apabila di urus sendiri sebesar IDR 320.000,-

Total Biaya

Untuk total biaya sendiri selama 7 hari dari tanggal 28 April 2015 – 5 Mei 2015 ngehabisin sekitar +- IDR 11juta dengan asumsi 1 yen = IDR 110 . Pembagian secara garis besarnya sebagai berikut :

  1. Tiket pesawat pulang pergi (include tax + bagasi pulang 20kg) +- IDR 4.200.000,-
  2. visa IDR 320.000,-
  3. Hostel IDR 1.114.000,-
  4. Kereta Cepat Shinkansen Tokyo – Osaka IDR 1.500.000,-
  5. Willer Bus Kyoto – Tokyo IDR 913.000,-
  6. Kansai Thru Pass 3 hari IDR 572.000,-
  7. Hakone Free Pass IDR 565.400,-
  8. Tokyo 1 day pass IDR 110.000,-
  9. Transport diluar daily pass +- IDR 100.000,-
  10. Makan +- IDR 500.000,-
  11. Oleh-Oleh +- IDR 1.000.000,-
  12. Tiket masuk tempat wisata +- IDR 500.000,-

Dari pengeluaran tersebut, dapat terlihat bahwa kesalahan saat membeli tiket pulang mengambil porsi besar dalam pengeluaran (yang harusnya PP sekitar 2juta menjadi 2 kali lipatnya). Lalu karena ada keinginan merasakan kereta api cepat shinkansen, jadinya nekat membeli tiketnya walaupun harganya selangiiiiit XD . Dan juga keinginan membelikan oleh2 juga berujung pada pemborosan sisa yen yang masih banyak kemarin 😐 .Selain itu sudah dengan berbagai penghematan mulai dari makan yang super irit (hanya beli di mini market XD), menginap di hostel dormitory buat backpackers, transport menggunakan pass card yang berlaku di Jepang.

DSC_2844
Kyoto 1 day daily Pass
DSC_2339
Akhirnya kesampaian ngeliat kuil seribu gerbang, Fushimi-inari Temple 🙂

Selama 7 hari solo traveling di Jepang, saya menjadi semakin kagum dengan negara Jepang. Warga di sana sangat ramah dan suka membantu turis asing, tertib, sangat menjaga kebersihan, dan sangat pandai memadukan antara kebudayaan mereka terdahulu dengan kebudayaan modern. Kebersihan dan ketertiban di Jepang merupakan hal yang sangat bikin saya kangen dengan negara tersebut saking bersiiiihnya disana. Dari ketiga kota Osaka, Kyoto dan Tokyo yang menjadi favorit saya adalah Kyoto. Kota yang asri, hijau, penuh dengan kebudayaan kuno dicampur sedikit kecanggihan teknologi, tidak ramai banget seperti di Tokyo, dan suasananya sungguh sangat nyaman apalagi di arashiyama 🙂 . Overall, benar kata orang2, kalau ada rejeki harus mencoba untuk traveling ke Jepang sekali seumur hidup 😀


22 thoughts on “7 Hari Solo Traveling Keliling Jepang (Osaka, Kyoto, Tokyo)

  1. halo mas sigit, aku ada rencara solo backpacking juga ke jepang, tapi overall baru pertama kali ini solo backpacking, kira2 sulit gak?
    boleh kalo aku add emailnya trus nanya2 ?

    thanks mas.

    Like

  2. Hallo mas sigit, saya ada rencana solo traveling awal november nanti selama 7hari. Untuk barang bawaan kira2 seberapa ya perlunya. Kalo bawa koper sulit ga ya utk mobilisasinya? Thanx

    Like

    1. Halo. Maaf late reply ya, kemarin2 lg jarang buka blog lagi 🙂 Sudah selesai balik dari Jepangnya?
      Kalo yg gampang mobile saya lebih enak kan bawa carrier *walopun sudah terlambat infonya ini 😀

      Like

  3. Halo Mas Sigit, saya akhir Januari mau backpackeran jg ke Jepang ber2 sama adek, kira2 selama seminggu minim bawa yen brp y per orang, makasih jawabannya

    Like

  4. Halo Mas Sigit, rencana tgl 22 Jan mau berangkat nih tapi aq sama adek cm bawa 100rb yen, 200dolar bwt ber2…kira2 uang segitu kurang g ya? trs di imigrasi dipersulit gak yah? Makasih balesannya

    P.S: Aq g pake shinkansen kq Mas hehehe

    Like

    1. Hai evira. Utk seminggu y?asumsi 2 orang masing2 1juta 1 hari harusnya cukup bawa uang segitu. Utk imigrasi pas saya dulu gampang2 saja asal diisi dg lengkap form imigrasi nya ya dan passport/visa jika belum ada epassport ny ga ada masalah.

      Like

  5. Halo mas Sigit, terimakasih sudah menulis pengalamannya tentang solo traveling ke Jepang. Sangat bermanfaat buat saya yg juga lagi planning berangkat ke sana akhir maret nanti 😀

    berhubung saya belum pernah nyobain hostel model dorm gitu, atau capsule hotel gitu, saya ingin tanya mengenai keamanan barang bawaan mas. mengingat saya bakal bawa 1 koper yang mayan gede dan bakal ada beberapa barang berharga. hehe
    kira2 di hostel seperti itu keamanannya terjamin kah? apakah disediakan ruang khusus untuk kita menyimpan koper? terimakasih banyak 🙂

    Like

    1. Halo, senang rasanya tulisan saya bisa membantu 😊 ke jepang pas sakura ya akhir maret?have fun di jepangnya 😊
      Untuk hostel model dorm ato capsule hotel biasanya di sediakan loker pribadi utk menyimpan barang2 pribadi. Saya dulu jg menyimpan di loker yg sudah disediakan. Utk pastinya nanti saat booking di lihat kelengkapan fasilitas yg disediakan, misal via booking.com ada fasilitas yg disediakan apa saja

      Like

  6. @omett: makan 500ribu seminggu kalau diliat dari segi rupiah emang wow.. tapi bagi orang jepang udah standarnya segitu.. jd jgn liat satu sisi aja, tiap negara biaya hidup beda, mata uangnya beda

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s